Navigation


RSS : Articles / Comments


PESTA DEMOKRASI ,LANGKAH AWAL MEMBANGUN BANGGSA ATAU KONFLIK?

Krisis ekonomi yg melanda hampir semua Negara tindak menyurutkan perhatian umat manusia pada peristiwa penting “pemilu di Amerika”.masyarakat dunia berharap kebijakan para pemimpin Negara super power yg terpilih bisa memberikan cahaya ketenangan untuk perdamaian dunia,yg mana kebijakan pendahulunya Bush muda diangap kontroversial karna menyerang Negara yg berdaulat Afganistan hanya sekedar untuk mengejar tokoh yg diangap sebagai otak serangan 11 november”Usamah bin ladin”konsep perang terhadap terorisme Bush dianggap sebagai blunder yg perlu ada perubahan.

Terpilihnya pasangan presiden Barack Obama dan Joseph Biden mengalahkan Jhon McCani ,Sarah Palin memberikan angin segar karna masyarakat dunia ingin melihat ide ide pemimpin baru amerika yg menang pada 4 november lalu apakah berpihak pada perdamaian dunia ataukah kampanye perubahan yg di sampaikan Barack Obama hanya sebuah manufer politik untuk memuluskan jalanya ke Gedung Putih.

Peristiwa bersejarah Amerika ini juga tidak lepas dari perhatian masyarakat Indonesia yg akan menyongsong pemilu pada tahun 2009 , Antusiasme itu ditangkap oleh jajak pendapat Litbang Kompas yg di lakukan sehari setelah pemilu di gelar 91.5 persen responden mengaku mengikuti pemberitaan pesta demokrasi di negri paman sam itu lewat media massa”kompas 13 november 2008”.Sebagai rakyat Indonesia kita berharap pemilu yg akan di gelar di negri tercinta ini bisa memberikan secercah harapan kearah yg lebih baik,membawa perdamaian tidak menimbulkan konflik seperti beberapa pilkada yg telah di lakukan di beberapa daerah ,

Kalau kita telisik lebih dalam kemenangan Barack Obama dan Jhosep Biden tidak lepas dari kecerdikan Obama dalam memanfaatkan kesempatan yg ada ,bahkan Barack Obama mendapatkan dukungan dari Iran yg selama ini kebijakanya bertentangan dengan Bush muda hal ini bisa kita lihat ucapan selamat yg di berikan presiden negri para mullah itu pada Obama sesaat setelah berhasil mengalahkan Jhon McCain ,Obama yg merupakan president pertama dari kulit hitam ini sangat brelian dalam misi kampanyenya yg mengusung perubahan “we have to chance”Obama bisa memahami kejenuhan masyarakat Amerika terhadap kebijakan Bush yg di anggap rapuh dengan perang terhadap terrorist yg gagal di tambah lagi krisis yg melanda negri Adi kuasa tersebut. Obama juga menyadari ada beberapa kelemahan diantaranya dia membutuhkan arsitek yg bisa membantunya dalam kebijakan luar negri yg dapat mengangkat citra Amerika dimata dunia internasional,penunjukan Jhosep Biden sebagai wakilnya sanggat tepat karna biden mempunyai kriteria yg di harapkan bisa menutupi kelemahan Obama dalam urusan luar negri ,disamping pengalamanya yg sudah teruji biden juga merupakan juru kampanye yg tangguh ,energik,tapi tenang dan wibawa sehingga isu isu yg di lontarkan pihak Jhon McCain terhadap Obama tidak berpengaruh bagi popularitasnya karna kampanye yg di bawa Obama lebih menjanjikan di mata masyarakat Amerika .

Jhon McCain yg menjadi rival Obama bukan lah anak kemaren sore di percaturan politik ,dia lebih matang Ia memenangi kursi Kongres pada tahun 1982 dan empat tahun kemudian menduduki kursi Senat. Tahun 2000 ia pernah bertarung melawan George W Bush untuk merebutkan nominasi sebagai kandidat presiden dari Partai Republik.bahkan pernah ikut perang di Vietnam dan sempat 5 tahun di penjara di Vietnam sebagai tahanan perang.Pengalaman ternyata tidak cukup bagi Jhon McCain untuk bisa bersaing mengalahkan anak muda Barack obama yg belum pernah merasakan dan mengalami hebatnya perang.Jhon McChain yg notabenya sebagai veteran perang merasa pengalamanya bisa menyelesaikan ancaman terrorist dan memberikan jalan keluar pada perang Irak dan Afganistan ,tapi ternyata isu terrorist sudah bukan prioritas masyarakat Amerika pada saat ini,yg mana lebih berharap pada seoarang figure pemimmpin yg hebat dan berkompeten dalam menangani krisis ekonomi yg sedang melanda negri tersebut ,Jhon McChain menyadari popularitasnya kalah dengan Barack Obama sehingga mengambil langkah politik yg cukup berani dengan menunjuk Sarah palin sebagai wakilnya ,gubernur Alaska ini diangap McCain bisa membantu mendongkrak popularitasnya sehingga bisa memudahkan jalanya ke gedung putih,disamping berparas cantik Sarah palin juga dianggap cerdas ,masih muda dan mempunyai karir yg cemerlang karna menjadi gubernur Alaska ,tapi justru penunjukan Sarah palin merupakan awal blunder yg di buat McCain meskipun pada awal penunjukan sempat mendongkrak popularitasnya,berita miring terhadap Sarah palin spt Menurut The Canadian Press, Palin tidak tahu bahwa Afrika itu sebuah benua. Palin bahkan mengira Afrika adalah sebuah negara dan Afrika Selatan adalah bagian dari satu negara Afrika. Isu ini beredar di televisi Fox.”kompas 8 november 2008”dan juga Palin di anggap kurang mengerti anggota Area Perdagangan Bebas Amerika Utara (NAFTA). NAFTA adalah area perdagangan bebas yang beranggotakan Kanada,Amerika Serikat, dan Meksiko.Tuduhan boros dalam menggunakan dana kampanye partai republik yg mana Palin pernah menghabiskan 150.000 dolar AS dalam sehari untuk membeli baju ,ulahnya inilah yg dianggap menjadi bomerang kemrosotan dan di jadikan kambing hitam kekalahan Jhon McCain dalam perebutan kursi presiden Amerika.

Kalau kita teliti baik kubu Barack obama atau Jhon McCain mempunya cara yg berbeda dalam penyampaian kampanyenya tapi memiliki beberapa kesamaan diantaranya dalam kampanyenya tidak menonjolkan seorang figur atau simbol tapi menawarkan sebuah solusi bagi permasalahan yg sedang di hadapi masyarakat ,menawarkan ide ide yg cemerlang untuk kemajuan bangsa ,dan juga kesopanan berpolitik sangat di junjung tinggi hal ini tercermin dari pidato yg di sampaikan Jhon McCain di Orizona yg mengajak para pendukungnya untuk turut serta membangun Amerika di bawah kepemimpinan Barack obama dan menganggap kekalahannya sebagai kekalahan pribadinya bukan kekalahan pendukungnya , bahkan sebelum melakukan pidatonya McCain sempat menelpon Obama dan mengakui kekalahanya dalam perebutan kursi presiden.Kesopanan ,Menjunjung tinggi sebuah kedewasaan dalam berpolitik menunjukan bahwa kultur demokrasi benar benar terjalan di sana.

………..

Pemilihan umum merupakan klimaks dari rangkain pesta demokrasi seperti yg terjadi di Amerika .Namun melihat fenomena yg ada di negri kita pada saat ini justru menunjukan hal sebaliknya pemilihan baik yg bersekala lokal atau pun yg bersifat nasional rawan menimbulkan konflik tercatat ,pemilu legeslatif 2004 melahirkan 273 sengketa atau kecurangan yg masuk ke MK(mahkamah konstitusi) dan hal ini berlanjut pada Pilkada di berbagai daerah di tanah air .

Hingga saat ini tercatat ada 169 kasus sengketa pilkada di Indonesia, mulai kasus penghitungan ulang dan penyelenggaraan pilkada ulang di Sulsel, pencopotan Bupati Banggai kepulauan Bengkap oleh KPUD Sulteng akibat politik uang, dan kasus penghitungan ulang hasil pilkada di beberapa daerah lain seperti di Depok, Sulawesi

Selatan, dan Maluku Utara.”opini Koran surya edisi 22 juli 2008 oleh Moh yasin”catatatan diatas belum termasuk sengketa Pilkada di jawatimur yg memenangkan Soekarwo-Saifullah Yusuf mendapat 7.729.944 suara warga jawatimur atas pasangan Khofifah-Mudjiono dengan suara 7.669.721.dan hasil pilkada yg memenangkan Karsa (Soekarwo-Saifullah Yusuf)berbuntut panjang ,hal ini di sebabkan di duga terjadi banyak kecuranggan di dalamnya.Bahkan tim Kaji sudah menyiap kan hampir 20 kuasa hukum yg tergabung dalam Tim Pembela Demokrasi dan Keadilan Rakyat Jatim untuk mengajukan gugatan kepada MK(mahkamah konstitusi).

Melihat fenomena konflik Pilkada yg ada di Indonesia kita patut mawas diri,intropeksi ,apakah demokrasi yg ada di negri ini hanya berjalan di tempat ataukah justru terjadi sebuah kemunduran terhadap pelaksanaan demokrasinya.Hal ini perlu kita benahi dari sekarang karna tidak lama lagi pesta demokrasi yg bersekala lebih besar dari pemilihan anggota legeslatif sampai pilpres akan dilaksanakan jangan sampai pesta demokrasi yg bertujuan memilih wakil rakyat /presiden yg bertujuan untuk memajukan ,memakmurkan rakyat justru akan menyengsarakan rakyat .
Ada beberapa hal yg sangat urgen membutuhkan pembenahan pada sistem pesta demokrasi yg ada di negri ini,diantaranya meningkatkan kinerja KPU baik di tingkat pusat atau di daerah,selama ini sengketa pilkada di beberapa daerah diantara penyebabnya belum bisa menerima hasil yg di sampaikan oleh KPUD ,para calon yg kalah merasa ada pengelembungan suara,politik uang dll.Maka hal ini merupakan Pr besar yg harus segera di atasi,sehingga dugaan penyelewengan terhadap hasil pemilu bisa di hindari,KPU harus mnejelma menjadi sebuah tim yg solid ,terpercaya,bisa memberikan hasil pemilihan yg valid ,anti penyuapan ,sehingga perjalanan pesta demokrasi bisa membawa kebaikan untuk rakyat secara keseluruhan

Kedua kalau kita cermati kampanye yg disampaikan baik oleh partai politik atau calon bupati/gubernur lebih mengedepankan figure atau tokoh masyarakat untuk menarik masa hal ini bisa kita lihat ketika musim pemilu/pilgub, para calon khususnya di jawatimur pada rebutan minta dukunggan ke pondok pesantern dengan satu harapan bahwasanya mereka lah yg mewakili aspirasi para kiyai sehingga bisa meraup masa sebanyak2nya,bahkan kampanye seperti ini masih mengakar di Indonesia ,hal ini bisa kita lihat dari beberapa iklan kampanye partai peserta pemilu diantaranya pemuatan gambar K.H .Hasyim Asary,K,H ,Ahmad Dahlan,dan memberikan label pahlawan pada Sueharto oleh PKS

Dalam hemat saya iklan yg lebih menonjolkan seorang figur tokoh masyarakat tidak memberikan education politik pada masyarakat tentang demokrasi justru hal spt itu merupakan langkah mundur karna hanya akan membuat masyarakat bernostalgia pada masa sang tokoh tadi dan seharusnya langkah yg sangat bijak adalah dalam kampanye lebih menawarkan wacana,ide untuk menyelesaikan permasalahan yg menghimpit banggsa ini ,bukan mempermasalahkan pemimpin bangsa kedepanya harus dari kalangan muda atau kalangan tua ,karna setiap warga Indonesia yg memenuhi syarat dan mempunyai kemampuan untuk menjalankan amanah maka dia mempunyai hak yg sama untuk turut serta memeriyahkan pesta demokrasi.

Ketiga menyadarkan masyarakat akan pentingnya memilih seorang pemimpin yg mempunyai karakter yg kuat ,kepribadian yg tinggi,mempunyai kemampuan untuk memimpin bangsa ini kearah yg lebih baik ,sehingga masyarakat datang ke tempat pemilihan karna ada panggilan dari hati untuk turut serta memilih calon pemimpin yg di angapnya layak untuk memimpin bukan karna dorongan uang.

Indonesia bukanlah Amerika yg sudah mempunyai sistem demokrasi yg sudah mapan tapi tidak ada salahnya kita mengambil beberapa hikmah dari peristiwa pesta demokrasi yg telah memenangkan Barack obama ,kita berharap dengan berjalanya waktu sistem demokrasi negri ini akan menuju kearah yg lebih baik ,memberikan manfaat bagi kepentingan rakyat secara umum ,dan konflik hasil pesta demokrasi bisa di minimalisir ,jangan sampai beberapa peristiwa yg telah menimpa bangsa ini hanya akan lewat begitu saja tanpa memberikan manfaat yg berarti untuk kebaikan bagi bangsa Indonesia kedepanya.

msholihin mad alim

No Comment